Rahasia Bulan Syuro ( Muharram )

Bulan Suro.. Ada Apa?

Bulan Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa, kalender ini dibentuk oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma sultan ketiga Kesultanan Mataram. Beliau membentuk kalender jawa dengan memadukan kalender Saka dan Hijriah. Sultan agung Mataram berusaha keras menanamkan agama Islam di Jawa, salah satu upayanya adalah menetapkan tanggal 1 Suro bertepatan dengan tanggal 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Anggapan Masyarakat Terhadap Bulan Suro/Muharram

Masih banyak di kalangan masyarakat yang menganggap bulan suro atau bulan Muharram adalah bulan penuh musibah, penuh bencana, penuh kesialan, bulan keramat dan sangat sakral. Sehingga kita akan melihat berbagai ritual untuk menghindari kesialan, bencana, musibah dilakukan oleh mereka. Di antaranya adalah acara ruwatan, yang berarti pembersihan. Mereka yang diruwat diyakini akan terbebas dari sukerta atau kekotoran. Ada beberapa kriteria bagi mereka yang wajib diruwat, antara lain ontang-anting (putra/putri tunggal), kedono-kedini (sepasang putra-putri), sendang kapit pancuran (satu putra diapit dua putri). Mereka yang lahir seperti ini menjadi mangsa empuk Bhatara Kala, simbol kejahatan.

Anggapan mereka tentang kesialan bulan Suro ini pula menjadikan sebagian orang tua menasehati anaknya untuk berhati-hati dalam bersikap, karena bulan Suro bisa kualat ketika salah dalam bersikap. Sebagian orang tidak mau melakukan hajatan nikah, dsb. Jika melakukan hajatan pada bulan ini bisa mendapatkan berbagai musibah, acara pernikahannya tidak lancar, mengakibatkan keluarga tidak harmonis, dsb. Itulah berbagai anggapan masyarakat mengenai bulan Suro dan kesialan di dalamnya.

Ketahuilah bahwa sikap-sikap di atas termasuk dalam kategori mencela waktu dan beranggapan sial dengan waktu tertentu. Sebab mengatakan satu waktu atau bulan tertentu adalah bulan penuh musibah dan penuh kesialan, itu sama saja dengan mencela waktu. Saatnya kita melihat penilaian agama Islam mengenai dua hal ini.

Beranggapan sial dengan sesuatu baik dengan waktu, bulan atau beranggapan sial dengan orang tertentu adalah suatu yang terlarang terlarang bahkan beranggapan sial termasuk kesyirikan. Ingatlah bahwa setiap kesialan atau musibah yang menimpa, sebenarnya bukanlah disebabkan oleh waktu, orang atau tempat tertentu. Namun, semua itu adalah ketentuan Allah Ta’ala Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.Lalu pantaskah bulan Suro dianggap sebagai bulan sial dan bulan penuh bencana? Tentu saja tidak. Banyak bukti kita saksikan. Di antara saudara kami, ada yang mengadakan hajatan nikah di bulan Suro, namun acara resepsinya lancar-lancar saja, tidak mendapatkan kesialan. Bahkan keluarga mereka sangat harmonis dan dikaruniai banyak anak. Jadi, sebenarnya jika ingin hajatannya sukses bukanlah tergantung pada bulan tertentu atau pada waktu baik. Mengapa harus memilih hari-hari baik? Semua hari adalah baik di sisi Allah. Namun agar hajatan tersebut sukses, kiatnya adalah kita kembalikan semua pada Yang Di Atas, yaitu kembalikanlah semua hajat kita pada Allah. Karena Dia-lah sebaik-baik tempat bertawakal. Inilah yang harus kita ingat.

Bulan Muharram Bulan Mulia

Bulan Muharram bulan mulia, banyak keistimewaan padanya. Bulan Muharram juga termasuk bulan haram dari 4 bulan dalam tahun Hijriah. Empat bulan haram tersebut adalah bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ’alaihi wasallam (yang artinya), “Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram, yaitu 3 bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari).

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan,”Dinamakan bulan haram karena ada dua alasan. Pertama, karena diharamkan pembunuhan pada bulan tersebut sebagaimana hal ini juga diyakini orang jahiliyyah. Kedua, karena pelarangan untuk melakukan berbagai perbuatan haram pada bulan tersebut lebih keras dari pada bulan-bulan lainnya.”

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menjelaskan tentang firman Allah surat at-Taubah ayat 36  diatas, “Allah mengkhususkan 4 bulan yang haram dan menegaskan keharamannya. Allah juga menjadikan dosa pada bulan tersebut lebih besar. Demikian pula pahala amal saleh pada bulan tersebut juga menjadi lebih besar.”

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunah. Puasa ini disebut puasa Assyura’ yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram. Dari Abu Qotadah radhiyallahu ’anhu berkata,”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arofah? Beliau menjawab,”Puasa Arofah (puasa pada tanggal 9 dzulhijjah) akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyuraa’? Beliau menjawab,”Puasa ’Asyura’ akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Kita juga dianjurkan untuk berpuasa di tanggal 9 Muharram untuk menyelisihi kaum yahudi dan nashrani. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada shahabat yang berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan”. (HR. Bukhari).

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, Bulan Suro atau Muharram adalah bulan mulia, bulan yang istimewa. Bukan bulan yang sakral, penuh dengan aura mistik atau bahaya-bahaya tertentu. Maka dari itu marilah kita jadikan bulan ini kesempatan untuk melipatgandakan amal kita. sebab pada bulan ini juga dilipatgandakan pahala. Wallahu a’lam bish showab []

Usth Miftah Ummu Faiq

Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023

About pptqluha

Baca Juga

Sikap Ihsan Tameng Keburukan

Sabaik-baik Makhluk Manusia adalah makhluk yang Allah ‘Azza Wa Jalla ciptakan dengan bentuk yang sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *