{"id":349,"date":"2020-01-11T11:55:34","date_gmt":"2020-01-11T11:55:34","guid":{"rendered":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/?p=349"},"modified":"2020-01-11T13:30:01","modified_gmt":"2020-01-11T13:30:01","slug":"mahkota-surga-untuk-ayah-bunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/?p=349","title":{"rendered":"Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda<\/strong><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><em>Malaikat Jibril turun menyampaikanAl-Qur\u2019an, maka malaikat Jibril menjadi malaikat yang paling mulia.<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Al-Qur-an turun kepada nabi Muhammad shallallahu \u2018alaihi wassallam, maka beliau menjadi manusia paling mulia.<\/em><\/p>\n<p><em>Al-Qur\u2019an turun kepada\u00a0 umat nabi Muhammad shallallahu \u2018alaihi wassallam, maka mereka menjadi umat paling mulia.<\/em><\/p>\n<p><em>Al-Qur\u2019an turun pada bulan Ramadlon, maka Ramadlon menjadi bulan yang paling mulia.<\/em><\/p>\n<p><em>Al-Qur\u2019an turun pada lailatul qodar, maka lailatul qodar menjadi malam yang lebih baik dari pada seribu bulan,\u00a0 sungguh malam paling mulia.<\/em><\/p>\n<p><em>Lalu bagaimanakah jika Al-Qu\u2019ran yang mulia ini berada di hati kita?<\/em><\/p>\n<p>Kemuliaan Al-Qur\u2019an tidak diragukan lagi. Dalil-dalil yang menunjukkan hal ini sangatlah banyak baik di dalam Al-Qur\u2019an maupun Sunnah. Selain itu juga dibuktikan dengan realita yang ada. Bahkan Al-Quran adalah sebaik-baik kitab yang Allah turunkan di muka bumi dan merupakan penyempurna kitab-kitab terdahulu. Allah telah menjamin untuk menjaganya sampai hari kiamat. Sehingga kita bisa melihat kemurnian Al-Qur\u2019an hingga sekarang.<\/p>\n<p>Salah satu cara Allah menjaga Al-Qur\u2019an adalah dengan mereka para penjaga Al-Qur\u2019an. Siapakah mereka itu? Mereka adalah orang yang senantiasa membaca Al-Qur\u2019an, menghafalkannya, serta mempelajarinya. Hal ini juga dibuktikan dengan usulan khalifah Umar bin Khattab untuk membukukan Al-Qur\u2019an ketika banya para hafizh yang syahid dalam perang Yamamah. Ditakutkan Al-Qur\u2019an hilang dengan hilangnya para penghafalnya.<\/p>\n<p>Jika demikian, maka tentunya orang-orang yang dalam hari-harinya disibukkan dengan Al-Qur\u2019an baik dengan membacanya, menghafalkannya atau mempelajarinya dengan ikhlas mereka adalah sebaik-baik manusia, hal ini berbanding lurus dengan keagugan Al-Qur\u2019an itu sendiri.<\/p>\n<p>Penghafal Al-Qur\u2019an memiliki banyak keutamaan,baik saat mereka di dunia maupun di akhirat. Mari kita sejenak mengkaji hal tersebut, yang semoga dengan mengetahuinya kita akan semakin mencintai Al-Qur\u2019an dan gemar mengisi hari-hari kita dengan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<ol>\n<li>Al-Qur\u2019an akan menjadi syafa\u2019at pada hari kiamat<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasulullah Shallallahu\u2019alaihi Wasallam bersabda:<\/p>\n<p>\u201c<em>Bacalah Al-Qur\u2019an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa\u2019at bagi shahibul Qur\u2019an.<\/em>\u201d (HR Muslim)<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Allah mengangkat derajat shahibul Qur\u2019an dan mereka bersama para malaikat yang mulia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasulullah Shallallahu\u2019alaihi Wasallam bersabda:<\/p>\n<p>\u201c<em>Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur\u2019an ini dan menghinakan yang lain dengannya<\/em>.\u201d (HR Muslim)<\/p>\n<p>Allah akan mengangkat derajat penghafal Al-Qur\u2019an di dunia.\u00a0 Hal itu disebabkan dengan menghafalnya kecerdasan seseorang semakin terasah. Sehingga banyak pengetahuan dan logika menjadi tajam. Akan tetapi jika di dunia tidak ada yang memandang mereka ketahuailah bahwa para penduduk langit telah menunggu mereka. Mereka bersama para malaikat yang mulia. Derajat mereka di surga sesuai dengan ayat yang mereka baca, semakin banyak ayat yang dibaca dan dihafal semakin tinggi pula derajat mereka. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu\u2019alaihi Wasallam :<\/p>\n<p>\u201c<em>Akan dikatakan kepada shahibul qur\u2019an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca<\/em>.\u201d (HR Abu Daud)<\/p>\n<p>Sabda yang lain:<\/p>\n<p>\u201c<em>Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala<\/em>.\u201d (HR Al-Bukhari)<\/p>\n<p>Mereka yang mahir dalam membaca dan menghafal bersama dengan malaikat yang mulia, pahalanya mengalir seiring dengan ayat yang dibaca. Sedangkan mereka yang mendapatkan kesusahan dalam membaca atau menghafalkannya baginya dua pahala. Pahala belajar Al-Qur\u2019an dan pahala membacanya secara berulang-ulang. Padahal dalam hadits lain disebutkan bahwa setiap huruf\u00a0 yang dibaca dari Al-Qur\u2019an senilai dengan sepuluh kebaikan. Lalu bagaimakah jika membacanya berulang-ulang? \u00a0Sungguh mereka adalah keluarga Allah yang berada di dunia.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Dipakaikan kepadanya mahkota dan pakaian kemuliaan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Keutamaan menghafal Al-Qur\u2019an selanjutnya adalah memperoleh mahkota kemuliaan atau Tahjul Karomah. Penghargaan ini datangnya langsung dari Allah. Merekalah orang-orang terpilih yang dianggap bisa melewati ujian di dunia yang hanya sementara. Mereka dianggap berhasil lulus dari segala cobaan duniawi.<\/p>\n<p>Mereka akan dipanggil, \u201cDi mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabKu?\u201d Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)<\/p>\n<p>Dalam sebuah hadits lain disebutkan bahwa kelak Al-Qur\u2019an akan mendatangi para pembaca dan penghafalnya seraya berkata, \u201cYa Allah, berikan dia perhiasan.\u201d Lalu Allah memberikan kepadanya mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, \u201cYa Allah, tambahkan untuknya.\u201d Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, \u201cYa Allah, ridhai dia.\u201d Allah-pun meridhainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Orangtuanya diberikan mahkota dari cahaya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ternyata tidak hanya penghafal Al-Qur\u2019an saja yang Allah pakaikan mahkota, kedua orangtuanya juga mendapatkan mahkota yang terbuat dari cahaya. Selama mereka beriman kepada Allah dan tidak melakukan dosa besar. Sudah seharusnya kita merenungkan hadits ini:<\/p>\n<p>\u201c<em>Siapa yang membaca Qur\u2019an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Mahkota yang di dunia sangat indah. Sudah pasti mahkota di surga lebih indah, bayangkan kita\u00a0 dan orangtua kita memakai pakaian dan mahkota kemulian di surga. Sungguh semua keindahan itu tidak bisa dibayangkan.<\/p>\n<p>Penjelasan di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya keutamaan penghafal Al-Qur\u2019an. Semoga kita kelak mempersembahkan mahkota untuk orang kita di surga. Begitu juga dengan anak-anak kita. Aamin.<\/p>\n<p>\u00ad <em>Wallahu a\u2019lam bishowab<\/em><\/p>\n<p>Oleh : Usth Miftah Ummu Faiq<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda \u00a0Malaikat Jibril turun menyampaikanAl-Qur\u2019an, maka malaikat Jibril menjadi malaikat yang paling mulia. \u00a0Al-Qur-an turun kepada nabi Muhammad shallallahu \u2018alaihi wassallam, maka beliau menjadi manusia paling mulia. Al-Qur\u2019an turun kepada\u00a0 umat nabi Muhammad shallallahu \u2018alaihi wassallam, maka mereka menjadi umat paling mulia. Al-Qur\u2019an turun pada bulan Ramadlon, maka Ramadlon menjadi bulan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":350,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=349"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":352,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions\/352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}