{"id":260,"date":"2019-03-28T02:17:19","date_gmt":"2019-03-28T02:17:19","guid":{"rendered":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/?p=260"},"modified":"2019-03-28T02:17:19","modified_gmt":"2019-03-28T02:17:19","slug":"tawadhu-menata-hati-tanpa-menganggap-dirinya-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/?p=260","title":{"rendered":"Tawadhu, Menata Hati Tanpa Menganggap Dirinya Tinggi"},"content":{"rendered":"<p>Tawadhu\u2019 adalah salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki\u00a0 seorang muslim. Karena dengan sifat tawadhu\u2019 yang selalu menghiasi dirinya seseorang akan menyadari bahwa semua kelebihan dan keistimewaan yang ia miliki bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala, dengannya sifat sombong atau berbangga diri akan hilang. Hal itu karena orang yang memiliki sifat tawadhu\u2019 tidak pernah melihat dirinya memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya sekalipun ia memiliki keistimewaan dan kelebihan. Bahkan tidak pernah terbesit sedikitpun di dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain serta tidak pernah merasa bangga dengan potensi dan prestasi yang sudah ia capai.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala telah memerintahkan Rasulullah Shalallahu \u2018alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhu\u2019 kepada orang yang beriman, firman Allah Ta\u2019ala,<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0641\u0650\u0636\u0652 \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cDan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.\u201d (QS. asy-Syu\u2019ara: 215)<\/p>\n<p>Begitupula Allah Ta\u2019ala melarang kita berlaku sombong dan merasa besar diri. Firman Allah Ta\u2019ala,<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u0639\u0651\u0650\u0631\u0652 \u062e\u064e\u062f\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064d<\/p>\n<p>\u201cDan janganlah kamu palingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.\u201d (QS. Luqman: 18)<\/p>\n<p>Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam juga memerintahkan kita untuk selalu menghiasi diri dengan berlaku tawadhu\u2019. Beliau bersabda,<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649 \u0625\u0644\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0644\u0627\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d\u060c \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling berlaku tawadhu\u2019 sehingga tidak ada seorangpun yang membanggakan dirinya atas orang lain, dan tidak ada orang yang melampaui batas terhadap orang lain.\u201d (HR. Muslim, no. 2865)<\/p>\n<p>Makan dari itu, sifat tawadhu\u2019 harus menjadi sifat utama bagi orang yang beriman, \u00a0karena ketika seseorang memiliki sifat tawadhu\u2019 ia akan benar-benar menghambakan diri kepada Allah Ta\u2019ala tanpa menganggap dirinya tinggi dari orang lain. Di sinilah menjadi titik awal seseorang untuk terhindar dari sifat takabur (sombong).<\/p>\n<p>Terlebih bagi mereka para penuntut ilmu, sudah seharusnya seorang penuntut ilmu untuk menghiasi dirinya dengan sifat tawadhu\u2019, dan hendaklah ia waspada dari merasa ta\u2019ajub dan bangga diri dengan ilmu yang Allah berikan padanya. Begitu juga jangan sampai merasa bahwa kedalaman ilmu yang ia pelajari sudah sampai derajat alim hingga tidak perlu belajar lagi. Lalu ia pun membuka majelis-majelis ilmu dengan tujuan untuk membanggakan ilmunya dan merasa ia lebih tinggi dari kawan-kawannya serta merendahkan manusia dengan menganggap bahwa mereka semua adalah orang bodoh yang sangat membutuhkan ilmunya.<\/p>\n<p>Fudhail bin Iyadh mengingatkan seorang penuntut ilmu agar senantiasa berlaku tawadhu\u2019 dan tidak sombong. Beliau berkata, \u201cSesungguhnya Allah Ta\u2019ala mencintai orang alim yang rendah hati, membenci alim yang sombong dan suka berbangga diri. Barang siapa yang bertawadhu\u2019 karena Allah maka Allah akan memberikan padanya hikmah.\u201d (Al-Faqih wa Mutafaqqih, 2\/113)<\/p>\n<p>Bahkan di saat seorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu\u2019nya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin bertambah takut dan kewaspadaannya. Semakin bertambah usianya semakin banyak pula amal kebaikannya. Semakin bertambah hartanya semakin tambah pula kedermawanan dan tinggi kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah kedudukannya semakin bertambah pula kebersamaan dan kecintaannya terhadap sesama. Begitulah tawadhu\u2019 akan selalu ada pada dirinya, tiada sesuatupun yang ia harapkan melainkan ridha Allah Ta\u2019ala.<\/p>\n<p>Seorang ulama pernah berkata, \u201cApabila engkau bertemu dengan seseorang, hendaklah engkau memandangnya lebih utama dari pada engkau, dan katakanlah kepada diri sendiri \u2018mungkin dia lebih baik di sisi Allah dan lebih tinggi derajatnya dari pada aku.\u2019 Bahkan ketika melihat seorang yang lebih kecil darinya kendaklah ia bergumam di dalam hatinya, jangan-jangan orang ini tidak pernah berbuat dosa kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bergelimang dosa yang menjadikan ia lebih baik dari pada aku di sisi Allah Ta\u2019ala.\u201d<\/p>\n<p>Maka ketika seseorang telah memiliki sifat tawadhu\u2019 ia akan merasakan ketenangan, keindahan, dan kenikmatan dalam bermunajat kepada Allah Ta\u2019ala. keikhlasan menjadi satu-satunya teman amal ibadahnya, tidak terbesit kesombongan dan rasa bangga dari kebaikan yang ia kerjakan. Ia tidak merasa dirinya lebih pintar dari teman-temannya, merasa lebih bertaqwa dan lebih takut kepada Allah dalam amal ibadahnya, serta tidak merasa lebih baik dari orang lain yang ada di sekelilingnya. Karena ia sadar kelebihan dan keutamaan yang ada sejatinya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala semata. Wallahu a\u2019lam bis shawab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fathul M. Abu Aida<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tawadhu\u2019 adalah salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki\u00a0 seorang muslim. Karena dengan sifat tawadhu\u2019 yang selalu menghiasi dirinya seseorang akan menyadari bahwa semua kelebihan dan keistimewaan yang ia miliki bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala, dengannya sifat sombong atau berbangga diri akan hilang. Hal itu karena orang yang memiliki sifat tawadhu\u2019 tidak pernah melihat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":261,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[8,6,37,36],"class_list":["post-260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kajian","tag-magelang","tag-pesantren-tahfizh","tag-sifat-seorang-muslim","tag-tawadhu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=260"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":262,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions\/262"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/luqmanalhakimmagelang.ponpes.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}