Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023

Membuka Pintu Rezeki

Rezeki merupakan sesuatu yang telah tertulis bagi setiap hamba sebelum ia diciptakan. Rezeki tidak akan bertambah dan tidak pula akan berkurang pada ilmu Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah mengabarkan, “Bahwa sesungguhnya jiwa tidak akan mati hingga semua rezekinya telah ia dapatkan.”

Walaupun pada hakikatnya ia merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan akan tetapi seorang hamba diwajibkan untuk mencari sebab-sebab untuk mendapatkannya, serta tidak berpangku tangan untuk menunggunya sambil berdoa, karena Islam selalu mengajarkan pemeluknya untuk selalu bertawakkal. Tawakal dalam makna yang sesungguhnya yaitu mengambil upaya (berusaha) untuk mendapatkan sesuatu melalui sebab-sebabnya.

Olehnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Jika saja kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seeokor burung yang di pagi hari ia keluar dari sarangnya dalam keadaan perut kosong kelaparan dan pulang dengan perut yang penuh kekenyangan.” (diriwayatkan oleh al Imam Ahmad, Nasai, Tirmidzi)

Dipahami dari hadits ini bahwasanya mengharapkan sesuatu dengan tawakal adalah dengan mengambil jalan sebab datangnya hal tersebut. Bukan duduk berpangku tangan dengan hanya mengandalkan doa tanpa melukakan apapun. Karena hasilnya adalah nihil, tidak mendapatkan apa-apa dan menjadi jawaban atas dirinya bahwa itulah yang Allah berikan untuknya yang gemar bermalas-malasan.

Banyak di antara manusia menyibukkan diri untuk mencari rezeki, mereka menempuh berbagai cara untuk mendapatkannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menempuh cara-cara haram, pergi ke dukun untuk mencari pesugihan, korupsi, merampok, mencuri dan masih banyak lagi. Perlu kita ketahui, sesulit apapun kita diuji dalam mencari rezeki kita dilarang melakukan hal-hal yang haram.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Thabrani).

Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki. Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada.

Islam, ketika menganjurkan suatu perkara dalam syariatnya, tidak terbatas pada perintah dan larangan saja. Ada beberapa anjuran yang dijelaskan sebagai kabar gembira bagi setiap pemeluknya dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Rabbnya. Olehnya ada beberapa jalan yang diberikan oleh Allah untuk membuka pintu-pintu rezeki dari arah yang diridhai Allah. Diantaranya:

  1. Bertaqwa Kepada Allah

Jika kesusahan hidup melanda diri kita, maka hal yang pertama harus kita lakukan adalah mengintropeksi diri sejauh mana hubungan kita dengan Allah. Sejauh mana ketakwaan kita terhadap Allah. Taqwa merupakan diantara pembuka pintu-pintu rezeki Allah. Allah berfirman:

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Allah juga berfirman:

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” ( QS. Al A’raf:96).

  • Memperbanyak Istighfar

Allah berfirman:

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

  • Memperbanyak Doa

Hendaknya setiap usaha yang dilakukan oleh setiap hamba dibarengi dengan doa. Ini menunjukkan kelemahannya di hadapan Allah. Allah sangat murka terhadap orang-orang yang enggan meminta kepada-Nya. Bahkan Dia mengkategorikan orang-orang seperti itu dengan orang yang sombong. Ayat-ayat ataupun hadits yang menyebutkan anjuran untuk berdoa sangatlah banyak. Diantaranya adalah satu hadits qudsi yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Allah berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, jika seandainya semua dari kalian berkumpul, dari yang pertama kali diciptakan hingga yang teakhir kali diciptakan dari kalangan jin dan manusia semua berkummpul pada satu tanah lapang kemudian semuanya meminta kepada-Ku lalu Aku berikan semua permintaan mereka, nisacaya itu tidak akan mengurangi sesauatu yang ada pada-Ku kecuali seperti satu jarum kecil lalu dicelupkan pada samudra yang luas lalu jarum itu diangkat kembali.” (HR. Muslim )

Maka dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah, karena hal tersebut bukan merupakan kemaksiatan bahkan justru bukti ketundukan kita pada-Nya dan kelemahan serta butuhnya kita pada-Nya.

  • Menyambung tali persaudaraan (silaturrahim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Barangsiapa yang ingin Allah lapangkan rezekinya atau diakhirkan kematiannya maka hendaknya ia menyambung silaturrahim.” . (Muttafaq ‘alaihi).

Sesungguhnya sangat banyak amalan yang danjurkan dalam agama ini untuk membuka pintu-pintu rezeki. Bersedekah, tawakkal, menjauhi maksiat, memuliakan orang-orang lemah, hadirnya saat beribadah, melaksanakan haji dan umrah serta amalan lainnya adalah diantara perkara-perkara yang akan membuka pintu rezeki tersebut.

Setelah mengetahui pintu-pintu rezeki di atas, kita bisa menjadikan hal-hal tersebut motivasi dalam beribadah. Namun yang perlu kita ketahui dan ingat jangan sampai kita beramal shalih tersebut hanya untuk membuka pintu rezeki. Ridha Allah tetaplah yang paling utama kita harapkan. Apabila Allah telah ridha kepada kita, Allah akan memudahkan sekala urusan kita, termasuk masalah rezeki. Wallahu a’lam bish shawab

Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023

About pptqluha

Baca Juga

Ikhlas Tanpa Batas

Keikhlasan dalam beramal merupakan perbuatan yang teramat penting dan akan membuat hidup seseorang menjadi lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *