Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023

Laksana Senjata Bermata Dua

Waktu adalah sesuatu yang berharga yang dimiliki seseorang dalam hidupnya. Dari Rasulullah , ulama’, hingga orang bijak memperingatkan kita tentang pentingnya waktu. Dalam Al-Qur’an pun banyak sumpah Allah yang berkenaan dengan waktu. Seperti waktu Shubuh, Dhuha, Ashar, Siang, malam dan lainnya. Perlu kita ketahui, apabila Allah bersumpah dengan sesuatu, maka sesuatu itu mempunyai keutamman atau rahasia tersendiri.

Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadari hal itu. Mereka menyia-nyiakan  dan melalaikannya begitu saja. Tanpa menyadari bahwa membuang waktu bagaikan membunuh diri sendiri. Sebab, waktu adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan.

Rasulullah bersabda: “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan orang adalah kesehatan dan waktu luang”.

Rasulullah menyatakan bahwa kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat  yang Allah berikan kepada manusia, akan tetapi mereka tidak memanfaatkannya dengan  sebaik mungkin.

Orang berakal sehat tidak akan membuang-buang waktu secara percuma. Imam Hasan Al-Bashri mengatakan, “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari yang engkau lalui. Jika sebagian hari telah berlalu maka sebagian dari dirimu juga telah berlalu.”

Pencuri Waktu

Ada sebuah pepatah arab “Waktu ibarat pedang, jika kamu tidak memotongnya dia akan memotongmu”. Maksudnya jika kamu tidak menggunakan waktumu dengan baik maka waktu itu akan berjalan dengan sia-sia, bahkan bisa merugikanmu. Itulah yang disebut pencuri waktu.

Pencuri itu memang benar-benar ada. Mereka adalah yang menyia-nyiakan masa, membuang menit demi menit, dan menjadikannya tidak berarti. Mari kita ketahui mereka satu per satu.

Pertama, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan

Pencuri ini adalah pencuri yang paling banyak memberikan pengaruh pada seseorang. Banyak manusia yang mempunyai sifat ini. Mereka sering menangguhkan sesuatu atau menunda-nundanya dan mencari pembenaran atas tindakan mereka.

Lalu bagaimanakah menghadapi pencuri ini? Coba fikirkan, kebanyakan ketika kita menunda sebuah pekerjaan yang semestinya bisa kita kerjakan sekarang, maka kita akan terlena dengannya. Banyak waktu yang terbuang sia-sia. Kita baru bisa menyelesaikan satu pekerjaan padahal mungkin saja waktu itu bisa unntuk berbagai macam pekerjaan.

Ada sebuah pepatah jawa, “sesok-sesok gondelan usuk, sokben-sokben gondelan amben”. Makna secara umumnya, ketika kita selalu menunda-nunda pekerjaan , maka pekerjaan itu tidak akan selesai, atau kalaupun selesai tidak maksimal. Juga dalam pepatah Arab. “janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini hingga hari berikutnya, seandainya hari esok tiba mungkin saja engkau telah kehilangan kesempatan yang berikutnya.”

Kedua, Tidak mengenal hal-hal yang prioritas

Tidak mengenali prioritas dalam melalkukan sesuatu baik pekerjaan ataupun amal shalih juga termasuk pencuri waktu. Hal itu akan mengakibatkan rancu dalam bekerja, karena dia tidak mengetahui mana yang harus didahulukan mana yang harus diakhirkan. Hal yang tidak terlalu penting sudah beres namun hal yang lebih penting telupa. Bahkan terkadang waktu berlalu dengan sia-sia karena waktu berlalu tanpa ada hal yang dilaksanakan.

Menyusun skala prioritas adalah cara efektif menghadapi pencuri ini. Baik dalam hal ibadah maupun pekerjaan duniawi. Selalu konsisten dan disiplin dalam segala hal, terutama ibadah wajib dan kegiatan penting mendesak.

Ketiga, Tidak konsisten dan konsentrasi

Terkadang, seseorang mengerjakan sesuatu kemudian berhenti sebelum dia selesai mengerjakannya. Setelah itu dia memulai kegiatan lain tanpa menyempurnakan pekerjaan sebelumnyayang setengah jadi. Hal seperti inilah yang menyita waktu.

Berusahalah tetap fokus terhadap apa yang sedang dilakukan. Jangan biarkan sesuatupun mengganggunya. Ingatlah apa manfaat dari hal tersebut jika diselesaikan dengan baik. Tetap konsisten dan konsentrasi dengan hal tersebut. Berusaha melawan malas dan hal lain yang mengacaukan apa yang sedang di hadapan.

Keempat, Tidak sanggup mengatakan “tidak”

Seseorang yang malu atau tidak berani menolak ajakan orang lain untuk sesuatu yang kurang atau tidak bermanfaat, dia akan merasakan tekanan dalam dirinya. Sebab, dia tidak bisa menguasai waktuya.

Maka dari itu mari kita belajar untuk mengatakan “tidak” kepada orang-orang yang menginginkan kita untuk menyia-nyiakan waktu. Berhati-hati sebelum mengiyakan sebuah ajakan. mempertimbangkan kepentingan dan kemanfaatan kegiatan tersebut. Jika menolak dengan tepat in syaa Allah suatu saat mereka akan memahami kita.

Demikian tadi pencuri-pencuri waktu yang sering mencuri  waktu.  Tentu saja masih banyak pencuri waktu yang telah siap siaga untuk mengambil waktu. Seperti adanya hal-hal yang bersifat insidental, perencanaan yang tidak baik, dan sebagainya.

Ada sebuah keyakinan yang mendarahdaging di kalangan banyak orang, yaitu “Saya tidak punya waktu” atau semisalnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa waktu dua puluh empat jam itu tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh aktifitas yang seharusnya dia selesaikan pada hari itu. Maka, melepaskan diri dari keyakinan “Tidak ada waktu” adalah langkah awal untuk menuju sebuah hidup yang teratur dan pemanfaatan waktu sebaik mungkin bagi kehidupan.

Kita adalah manager bagi waktu kita sendiri, Peraturan dari orang lain itu sifatnya membantu, kitalah yang bisa menjalankan waktu kita dengan baik dan benar.  Kitalah pemegang kendalinya. Maka dari itu kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam menghadapi nafsu menyia-nyiakan waktu.

Semua hal di atas tidak hanya berlaku untuk urusan duniawi, namun juga berkaitan dengan perjalanan kita menuju akhirat. Mengatur waktu untuk ibadah. Mengerjakan ibadah wajib maupun sunnah dengan sepenuh kemampuan. Tidak hanya beribadah di sisa-sisa waktu yang ada. Mari kita genggam “pedang” kita dengan sebaik-baiknya. Supaya “pedang” itu berguna dengan semestinya. Serta mari kita ingat, waktu kita ibarat pedang kita.

Wallahu a’lam bish showab.

 

Usth Miftah Ummu Faiq

Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023

About pptqluha

Baca Juga

Ikhlas Tanpa Batas

Keikhlasan dalam beramal merupakan perbuatan yang teramat penting dan akan membuat hidup seseorang menjadi lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *