Home / KAJIAN / Kunci Kebahagiaan
Kunci Kebahagiaan

Kunci Kebahagiaan

Kehidupan dunia adalah sebuah ujian dalam hidup, kehidupan selalu dipenuhi dengan rasa sedih dan senang. Suatu ketika kita akan merasa amat sangat senang dan bahagia, dan ada kalanya juga kita akan merasakan sebuah kesedihan, keterpurukan, dan merasa bahwa seluruh dunia memusuhi kita.

Kehidupan ini layaknya seperti roda, kadang kita di atas dan terkadang kita berada dibawah. Tidak selamanya kita diatas dan tidak selamanya juga kita dibawah. Mungkin kita pernah merasakan sebuah keterpurukan akan dunia ini, hingga kita lupa bahwa kita masih diberikan nikmat yang tak bisa terganti. Mungkin kita juga pernah merasakan euphoria sebuah kemenangan dalam hidup ini, hingga kita lupa ternyata masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.

Saudaraku…

Tetaplah bersyukur atas kehidupan ini, meski kita berada ditengah lautan api yang membara, masalah datang silih berganti tiada henti. Jika memang kita tak sanggup untuk bersyukur, maka sabarkan diri kita dalam hidup ini. Kunci kebahagian dalam hidup ini hanya dengan cara kita bersyukur dan bersabar. Kita bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita, dan kita bersabar atas musibah yang menimpa kita

.منِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغ

Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Seringkali kita baru merasakan nikamatnya sebuah kesehatan saat kita tergolek tak berdaya karena sakit, kadang kala kita lupa untuk mengucapkan rasa syukur kita pada Allah saat terbagun dari tidur, bukan Allah yang kita ingat saat pertama kali membuka mata dari tertidur, tapi kesibukan dunialah yang kita fikirkan pertama kali. Kita lupa bersyukur atas setiap helaan nafas kita, tak terhitung berapa banyak oksigen yang telah kita hirup. dan seringkali juga, kita sia-siakan kesempatan untuk meraih sebuah kesuksesan, bukan hanya sukses dalam kehidupan dunia ini, tapi juga sukses menjadi calon penghuni surga yang sesungguhnya.

Saudaraku…

Janganlah bersedih saat kita melihat orang yang berlalulalangan dengan kendaraan yang memukau, ingatlah! kita masih merasakan nikmatnya memiliki kaki, kita  bisa berdiri kokoh diatas kaki kita. Bukankah? ada yang diuji dengan sebuah kelumpuhan? Maka bersyukurlah, jangan selalu lihat keatas, sesekali lihatlah kebawah, karna itu akan mengingatkan kita, bahwa kita adalah manusia yang beruntung.

Sifat Seorang Muslim

Ibnu Qoyyim mengatakan, bahwa poros kehidupan manusia itu ada pada tiga hal; syukur, sabar, dan istighfar. Kita tak akan lepas dari tiga hal ini, kenapa? Karena haruslah, saat kita mendapat sebuah kenikmatan, kita bersyukur, saat mendapat cobaan, kita bersabar, dan saat kita berbuat dosa, kita mohon ampun. Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan pada kita? Sudahkah tiada keluhan yang terlontar dari lisan kita, saat tertimpa musibah? Dan sudikah kita memohon ampun saat kita bersalah, bukan hanya pada-Nya, tapi juga pada manusia.

Saudaraku…

Ciri seorang muslim, ialah bersyukur, karena ia menyadari bahwa tanpa Allah, dirinya bukanlah apa-apa. Saat mendapatkan rizki melimpah, ia sadar bahwa semua itu bukanlah hasil usahanya semata, tapi karena Allahlah yang melapangannya.

Selain sifat bersyukur, seorang muslim tentulah harus bersabar. Ia tak pernah mengelu tentang berbagai cobaan hidup yang dihadapinya. Ia sepenuhnya sadar bahwa kesulitan yang menimpanya merupakan cobaan dari Allah. Ibarat anak sekolah, semakin tinggi kelasnya, mak semakin sulit pula soal-soal ujiannya. Tetapi begitu lulus, ia akan merasakan bahagia. Saudaraku.. musibah itu sebanding dengan kesanggupan kita dalam menghadapi masalah tersebut. Mustahil Allah menimpakan sebuah ujian diluar kemampuan hamba-Nya.

لَا يُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَت

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”. (Q.s. al-Baqarah :286)

Saudaraku….

Kita bisa belajar dari kesabaran Rasulullah dalam menghadapi hinaan, cercaan, dan tingkah buruk kaum kafir saat beliau memulai dakwah, tiada dendam, bahkan dikisahkan beliau merupakan orang pertama yang menjenguk seorang yahudi yang selalu meludahi beliau saat berjalan. Betapa agungnya sifat beliau. Dan patutlah kita contoh.

Kunci Kebahagiaan

Bahagia adalah harapan setiap manusia, tapi tidaklah afdhol jika hidup hanya dipenuhi dengan kebahagian, kita harus belajar untuk pantang menyerah, dengan sebuah keterpurukan, kita belajar dewasa dari sebuah permasalah yang menimpa kita, kita belajar mengikhlaskan dari sebuah kekecewaan, dan tentunya kita tau sebuah kata bahagia, karna kita memahami  makna sebuah kesedihan.

Tak usahlah kita terpuruk dalam kehidupan ini, karena masalah yang datang silih berganti. Cukuplah kita lapangkan hati kita dengan bersyukur pada-Nya atas nikmat yang telah Dia berikan pada kita. Bersabar saat kita dilanda musibah, yakin bahwa kita mampu memikulnya, dan semua masalah, pasti ada akhirnya.

Tersenyumlah, saat bahagia melanda, dan saat ujian menerpa. Jangan menunggu kebahagian untuk membuat kita tersenyum, tapi tersenyumlah agar bahagia menghampirimu. Yakinlah Allah selalu membersamai kita, menemani kita disetiap hembusan nafas kita. Dan cara paling mudah untuk belajar menjadi orang bersyukur adalah dengan selalu berterima kasih kedapa orang lain;

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Tirmidzi)

Mengucapkan kata terimakasih adalah akhlak mulia, Rasulullah sendiri bersabda;

مَن صُنِعَ إليهِ معروفٌ فقالَ لفاعلِهِ : جزاكَ اللَّهُ خيرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya” (HR. Tirmidzi)

Bersyukur, senantiasa merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan pada kita.

Saudaraku….

Ridholah dengan musibah yang melanda, yakini bahwa saat ujian melanda, Allah sedang mengangkat derajatmu disisi-Nya. Oleh karenanya, sikap sabar adalah pilihan yang tepat. Tapi, jangan maknai sabar dengan pasrah, karena sabar itu sikap menerima kenyataan tetapi yang didahului dengan perjuangan dan usaha keras yang terus menerus. Maka, jika kita dapati seseorang yang tertimpa kesulitan lalu ia buru-buru pasrah tanpa diiringi sebuah usaha untuk mengatasinya, tidaklah ia disebut sebagai orang penyabar, melainkan sosok seorang pemalas.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu menjadi orang-orang yang beruntung”. (Q, s. Alu Imrān :200)

Marilah kita belajar menjadi sosok yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada kita, dan selalu bersabar dalam segala rintangan dalam hidup ini. Semoga memasukkan kita kedalam golongan mereka.

 

About pptqluha

Baca Juga

Rahasia Bulan Syuro ( Muharram )

Bulan Suro.. Ada Apa? Bulan Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa, kalender ini dibentuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *